Honda kembali menambah varian baru dikelas motor skutik yaitu vario Techno non CBS, kalau kita lihat strategi yang mendasari Kemunculan pendahulunya yaitu Vario CBS techno adalah adanya target pasar yang didasari akan teknologi dengan menyajikan desain yang futuristic.
Fitur CBS disini sebenarnya diartikan sebagai sistem pengereman yang digunakan untuk memudahkan pengendara, dimana saat kita menekan tuas rem belakang maka daya pengereman tidak hanya didistribusikan kepada roda belakang saja tetapi disalurkan kepada roda depan juga, dan ini adalah teknologi yang pertama di Indonesia.
Nah, faktor fitur CBS ini yang tidak didapat pada varian vario techno, artinya sistem pengereman yang digunakan adalah seperti kebanyakan motor skutik lainnya. Namun kelebihannya adalah pada desain body yang lebih futuristic dan sama seperti pendahulunya.
Peluncuran varian Vario Techno ini tidak terlepas dari keinginan pihak Honda untuk dapat menggenjot pangsa pasar skutik. Berdasarkan data pada semester I tahun 2010, maka Vario CBS Techno berhasil dipasarkan sebanyak 130.968 unit dan masih dibawah dengan hasil penjualan Vario CW sebanyak 192.628 unit.
Untuk patokan harga maka jelas varian vario CBS techno lebih mahal yaitu Rp. 15,8 juta dan vario techno hanya Rp. 14,8 juta. Selanjutnya yang jadi masalah adalah harga dari varian vario CW sendiri adalah Rp. 14,3 Juta, artinya hanya terpaut Rp. 500 ribu dari varian vario techno sehingga dengan munculnya varian baru ini, apakah tidak membuat vario CW secara perlahan-lahan justru dilupakan masyarakat karena selisih harga yang tidak begitu jauh namun desain body berbeda jauh?.
Berdasarkan paparan diatas maka Honda telah menabuh genderang dengan semakin kencang, dengan tujuan mempersempit ruang gerak segmen pasar dan hasilnya maka akan tercapai tingkat penjualan yang meningkat . Dimana pasar skutik saat ini telah menjadi primadona dan taktik yang dilakukan adalah dengan dibuat semakin rapat batas antara level produk.